Cegah Hoaks, AJI Gelar Pelatihan Jurnalis di Lampung

Rabu, 12 Desember 2018 14:18 WIB
Cegah Hoaks, AJI Gelar Pelatihan Jurnalis di Lampung

Bandar Lampung - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan AJI Bandar Lampung, Google News Lab dan Internews menggelar pelatihan bagi jurnalis dalam memverifikasi informasi agar terhindar dari hoaks, Jumat-Sabtu, 16-17 Februari 2018.

Bertempat di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, sebanyak 20 jurnalis dari berbagai media massa di Lampung dilatih untuk memanfaatkan tools yang ada di internet guna memverifikasi informasi baik berupa teks, foto, hingga video.

Ketua AJI Bandar Lampung, Padli Ramdan menjelaskan, pelatihan ini penting diikuti, mengingat profesi jurnalis juga rawan menjadi korban hoaks. Jika kecepatan informasi yang ada saat ini tidak dibekali dengan kemampuan untuk memverifikasi yang baik, jurnalis justru akan ikut berperan dalam menyebarkan berita bohong.

"Dari 171 pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia, Lampung juga menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah. Hal ini diprediksi akan semakin banyak hoaks yang bertebaran sebagai bagian dari kampanye negatif," ujar Padli.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua trainer Google tersertifikasi yang bekerja untuk AJI Indonesia dan Internews yakni, Yekthi Hesthi Murthi dari AJI Indonesia dan Ari Wibowo dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Yekthi Hesthi Murthi, salah satu trainer menjelaskan, melalui pelatihan ini, diharapkan para jurnalis bisa berperan serta dalam menumbuhkan kesadaran publik agar bisa melihat kebenaran dari sebuah informasi yang beredar di dunia maya.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara memanfaatkan perangkat google untuk membangun pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman, sehingga akun media sosial yang dipakai bisa terlindungi dari pembajakan yang merugikan.

"Hoaks juga muncul dalam bentuk berita, dengan format editorial, advertorial, atau yang lainnya. Kabar bohong dengan menampilkan informasi yang salah serta gambar yang menyesatkan dikemas dengan baik untuk memutarbalikkan kebenaran," tambah Hesthi.

Sebelumnya, AJI Bandar Lampung, bekerjasama dengan Google Internews dan Google News Lab juga menggelar workshop bertajuk "Hoax Busting and Digital Hygiene" di auditorium perpustakaan Universitas Lampung, di Bandarlampung, Kamis (15/2).

Peserta dari kalangan umum, mahasiswa, dan jurnalis, juga dilatih untuk menghadapi maraknya berita bohong atau hoaks yang kini banyak beredar di masyarakat.